• Home
  • |
  • Ternyata Makan Ikan Juga Bisa Berbahaya, Waspadai Racun pada Ikan

June 1, 2022

Ternyata Makan Ikan Juga Bisa Berbahaya, Waspadai Racun pada Ikan

Selama ini Anda bisa jadi mengira mengonsumsi ikan sepenuhnya aman. Padahal beberapa jenis ikan dapat menyebabkan masalah keracunan. Untuk membantu Anda mengenali sejauh mana bahaya yang mungkin Anda hadapi dengan mengonsumsi ikan. Berikut kita ulas soal racun pada ikan.

 

Jenis jenis Racun Pada Ikan

Sedikit mengejutkan mungkin bila seseorang tiba tiba mengalami serangan keracunan setelah mengonsumsi ikan. Itu menyebabkan orang tidak cukup mawas dengan fakta bahwa ikan juga bisa menyebabkan keracunan. Bahkan tak jarang orang tak mengaitkan kasus keracunan yang terjadi dengan ikan, karena tidak menyadari adanya ancaman ini.

Padahal ada sejumlah racun pada ikan yang perlu Anda waspadai. Pada umumnya terdapat 3 jenis racun pada ikan yang lazim ditemukan. Dan ketiga racun tersebut adalah sebagai berikut.

racun pada ikan

Racun Scombroid

Ini adalah jenis racun pada ikan yang terjadi akibat mengonsumsi ikan yang telah tersimpan dalam jangka waktu tertentu namun tidak dengan teknik pengawetan atau pembekuan yang sesuai standar. Hingga ikan telah terkontaminasi bakteri atau jamur yang menyebabkan terbentuknya sejumlah senyawa toksin pada daging ikan.

Ini dapat terjadi pada semua jenis ikan, namun biasanya muncul pada kasus ikan yang diperjual belikan dalam jarak jauh seperti salmon, tuna, herring, pari, mahi mahi, mackerel, sarden dan masih banyak lagi.

Reaksi pada umumnya beragam, tetapi biasa muncul dengan gejala seperti gatal gatal dan bengkak bengkak. Bisa pula dengan gejala mual, muntah, pusing, diare dan sakit perut. Kadang disertai reaksi kram perut.

Meski pada umumnya tidak mematikan, tetapi ini bisa menyebabkan gejala serius yang membutuhkan perawatan khusus. Namun demikian, ikan yang sudah terkontaminasi biasanya lebih mudah dikenali. Ada aroma yang tidak nyaman saat Anda cium, mata yang terlihat tidak segar, daging yang tidak merah, permukaan kulit yang tidak bingkas dan rasa tidak nyaman saat dikonsumsi.

Racun Ciguatera

Ini merupakan jenis racun yang ditemukan pada daging ikan yang mengonsumsi sejenis alga yang terdapat di kawasan karibia, lautan pasifik dan sekitaran samudera Hindia sisi timur.

Biasanya ditemukan pada beberapa jenis ikan laut seperti ikan barakuda, belut moray, ikan kakatua, amberjack, surgeonfish, bass laut, kerapu, sturgeon, kakap merah, atau ikan yang menjadi posisi tinggi dalam rantai makanan.

Racun pada ikan ini sulit dikenali, karena tidak mengganggu rasa daging ikan. Sulitnya racun ini juga sulit dihilangkan dari daging ikan meski sudah dicuci bersih atau dimasak dengan matang.

Gejala racun pada ikan ini akan muncul setelah 3 – 6 jam setelah mengkonsumsi ikan yang mengandung racun Ciguatera. Biasanya ditandai dengan keluhan mual, diare, sakit perut. Juga dengan keluhan kesemutan, gatal gatal, linu di mulut, rasa logam di mulut hingga gangguan di penglihatan dan saraf. Gejala ini bisa bertahan hingga beberapa hari, namun pada umumnya tidak membahayakan.

Racun pada Remis

Sebenarnya remis memang bukan bentuk ikan ikanan, tetapi karena acapkali dianggap berkaitan tidak ada salahnya untuk juga dibahas di sini. Remis dalam hal ini termasuk kerang, tiram, scallop, abalone, udang, kepiting, lobster dan lain sebagainya.

Racun ini bisa disebabkan dua aspek, pertama karena pengawetan dan penyimpanan yang tidak sesuai standar hingga terbentuk bakteri dan jamur yang tidak diinginkan. Bisa pula karena efek jenis alga tertentu yang merusak daging remis.

Efek toksin dari remis biasanya lebih cepat, bisa hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menunjukan reaksi. Biasanya ditandai dengan gejala muntah muntah, perut yang sakit dan bergejolak, pusing, limbung seperti mabuk kendaraan, diare, mulas dan lain sebagainya.

Yang perlu Anda pahami, keracunan remis bisa berakibat cukup fatal bila tidak segera ditangani karena efek toksin dalam remis lebih kuat. Ditambah bila dalam remis terkandung unsur metal toksin yang kadang tersimpan dalam cangkang dan terlarut pada daging remis. Ini memperburuk keadaan.

Selalu pastikan Anda mengkonsumsi remis segar dan dari perairan yang sehat. Bila Anda mengkonsumsi produk remis beku, pastikan Anda mendapatkannya dari sumber terpercaya yang dapat menangani proses pembekuan dan penyimpanan sesuai standar.

Related Posts

Cara Efektif Mengatasi Radang Tenggorokan

Cara Efektif Mengatasi Radang Tenggorokan

Haruskah Anda Mengkonsumsi Allopurinol sebagai Pasien Kanker?

Haruskah Anda Mengkonsumsi Allopurinol sebagai Pasien Kanker?

admin1


Your Signature