• Home
  • 3 Kegunaan Sabut Kelapa untuk Tanaman Agar Tanaman Tumbuh dengan Baik

3 Kegunaan Sabut Kelapa untuk Tanaman Agar Tanaman Tumbuh dengan Baik

kegunaan sabut kelapa untuk tanaman

0 comments

Nyatanya, kegunaan sabut kelapa untuk tanaman begitu banyak. Baik itu dengan memanfaatkan sabut kelapa secara langsung maupun yang sudah melalui proses pengolahan. Pengolahan sabut kelapa sendiri antara lain dengan menjadikannya sebagai cocopeat atau pupuk cair.

Proses produksi sabut kelapa menjadi beberapa kebutuhan yang bermanfaat juga bisa dikatakan mudah. Hal ini tak perlu memakai teknik khusus atau bahan-bahan yang aneh, cukup memakai bahan dan alat yang sederhana dan juga efektif.

Umumnya, untuk mengolah memperoleh sabut kelapa yang sudah terpisah, dilakukan proses memakai mesin pengupas sabut kelapa. Tentunya, ada beberapa juga yang membutuhkan proses penguraian memakai mesin pengurai sabut kelapa.

Sabut kelapa dijadikan pilihan oleh banyak orang yang menyukai tanaman karena lebih bersih. Berbeda halnya dengan media tanam kompos, biasanya ada beberapa dari orang yang merasa risih atau jijik karena bahan dasar produksinya.

 

Kegunaan Sabut Kelapa untuk Berbagai Tanaman

kegunaan sabut kelapa untuk tanaman

Manfaat yang dihasilkan dari media tanam sabut kelapa untuk tanaman memanglah baik. Namun, bukan berarti bahwa media tanam lain tidak bisa memenuhi manfaat yang baik untuk tanaman. Setiap media tanam punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Bahkan mungkin ada beberapa media tanam lain yang manfaatnya lebih baik daripada media tanam yang berbahan dasar sabut kelapa. Sabut kelapa ini bisa menjadi alternatif yang baik. walaupun dijadikan alternatif, manfaat yang dihasilkan untuk tanaman tidak bisa diragukan lagi, seperti :

1. Sebagai Media Tanam yang Baik

Sudah pasti, sabut kelapa ini bisa dimanfaatkan menjadi media tanam. Caranya yakni dengan mengambil bagian luar kelapa atau yang biasa disebut sabut dan memakainya secara langsung menjadi bahan untuk menanam.

Ada beberapa tanaman yang memang memerlukan jenis media tanam khusus sehingga bisa menyerupai atau mirip dengan habitat aslinya. Contohnya yaitu tanaman anggrek. Penanaman anggrek bisa dimanipulasi dengan menanamnya di media tanam yang terbuat dari sabut kelapa.

Hal ini karena teksturnya yang tidak mudah ambyar, solid, mudah dibentuk sehingga bisa diatur sesuai dengan keinginan kita. Sebagai media tanam, pastinya sabut kelapa bisa memenuhi kriteria media tanam yang sangat baik, seperti mampu mengikat air dan juga unsur hara.

2. Sebagai Pupuk Organik

Kegunaan sabut kelapa untuk tanaman yang selanjutnya yaitu bisa digunakan menjadi pupuk organik. Terlebih, sabut kelapa ini bisa menjadi sumber kalium organik yang sangat baik.

Diantara kandungan unsur di dalamnya, kalium yang paling dominan, sehingga disebut sebagai sumber kalium organik. Pupuk organik yang dibuat dari sabut kelapa bisa berbentuk pupuk organik cair ataupun berbentuk abu sabut kelapa.

Jika dalam bentuk abu, berarti sabut kelapa harus melalui proses pembakaran terlebih dahulu. Prosesnya lebih mudah dan tidak memakan waktu yang banyak. Pemakaian hanya perlu mencampurkan abu tersebut ke media tanam dengan dosis yang sudah ditentukan.

Beda dengan proses produksi pupuk organik cair dari sabut kelapa. Untuk proses membutuhkan beberapa langkah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pemanfaatan pupuk organik cair ini bisa dengan menjadikannya sebagai pupuk kocor.

3. Sebagai Mulsa

Mulsa merupakan bahan yang dipakai untuk menutup tanah pada lahan pertanian. Umumnya, para petani memakai plastik mulsa khusus yang berwarna silver untuk menutup tanah pada lahan pertanian mereka.

Tetapi, sekarang ini sudah banyak yang menyarankan untuk memakai mulsa dari bahan organik. Contohnya yaitu sabut kelapa, jerami padi, sekam padi, dan juga sabut kelapa. Banyak yang merasa bahwa pemakaian mulsa organik lebih menguntungkan.

Hal ini selain karena berfungsi sebagai penutup tanah pada lahan pertanian, mulsa organik juga bisa memberikan manfaat baik untuk tanah karena mulsa organik akan terurai dalam beberapa waktu dan bisa menjaga tanah tetap subur dan gembur.

Namun, pemakaian mulsa organik juga mempunyai kelemahan. Yaitu pemakaiannya harus dengan ketebalan sekurangnya kisaran 6 cm sampai 10 cm. Apabila mulsa organik yang dipakai terlalu tipis, maka sinar matahari dapat menembus melalui rongga mulsa ke tanah, sehingga gulma tetap bisa berpeluang untuk tumbuh.

About the Author

Follow me


{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}